Realtime blog trackingRealtime blog tracking

Rabu, 27 Maret 2013

CARDIOPULMONARY RESUSCITATION (CPR) / RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)

Pernahkah anda menemukan seseorang yang mengalami kejadian kecelakaan ataupun penyakit kemudian seketika mereka tidak respon, tidak ada nafas dan tidak pula ditemukan denyut nadi??

Nah bila menemukan hal tersebut, anda harus segala melaksanakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) / Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) yaitu Tindakan yang merupakan gabungan  dari ketiga komponen A-B-C (Airway, Breathing, Chest compressions)

Pada tahun 2010 American Heart Assosciation (AHA) merekomendasikan perubahan urutan dari ABC (Airway, Pernapasan, kompresi dada) ke CAB (Penekanan dada, Airway, Breathing) untuk orang dewasa, anak-anak, dan bayi (TIDAK TERMASUK BAYI BARU LAHIR, lihat bagian Neonatal Resuscitation).

Mengapa terjadi PERUBAHAN ???

Sebagian besar kematian dilaporkan dikarenakan akibat serangan jantung. Serangan Jantung dpat terjadi dari segala usia. Dalam urutan A-B-C, penekanan dada sering tertunda pada saat penolong membuka jalan napas atau membersihkan jalan nafas jika ada sumbatan, serta memberi napas bantuan atau menyiapkan peralatan ventilasi. Pentingnya penekanan dada (Chest compressions) dilakukan untuk membantu jantung kembali memompakan aliran darah keseluruh tubuh. Dengan mengubah urutan ke CAB, penekanan dada akan dimulai lebih cepat dan keterlambatan dalam ventilasi harus minimal (yaitu, hanya waktu diperlukan untuk memberikan siklus pertama dari 30 penekanan dada, atau sekitar 18 detik, ketika 2 penolong datang keterlambatan akan lebih pendek).

Adapun cara proses pemberian pertolongan hingga ke Cardipopulmonary Resuscitation (CPR) / Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah sebagai berikut:

  1. Ketika anda menemukan korban, lakukanlah Penilaian dengan memeriksa responnya melalui respon suara anda. Panggillah nama korban jika anda mengenalnya atau dengan cara mengoyangkan bahu korban (hati-hati bila curiga ada cedera tulang belakang).
  2. Telepon Ambulance Gawat Darurat ( 021-26443300 / 081387721612 / 085770346558 ) untuk meminta bantuan atau mintalah bantuan kepada orang disekeliling anda.
  3. Cek nafas korban jika ada nafas berilah oksigen 
  4. jika TIDAK ADA NAFAS segera cek nadi korban selama 10 detik jika TIDAK ADA DENYUT NADI segera INGAT C-A-B dan segera lakukan KOMPRESI DADA / CHEST COMPRESSIONS dengan rasio 30 kali kompresi dada : 2 kali bantuan nafas. (Perbadingan 30:2 dilakukan dengan satu atau dua penolong) lakukan dengan penekanan yang cepat dan penekanan yang dalam dengan kecepatan 100/mnt.
  5. RJP di lakukan 5 siklus kemudian cek kembali kondisi korban.
  6. Jika korban menunjukkan tanda-tanda pulihnya satu atau semua sistem (Jantung dan Pernapasan), maka tindakan RJP harus segera dihentikan atau hanya diarah ke sistem yang belum pulih saja.Biasanya yang paling lambat pulih adalah pernafasan spontan, maka hanya dilakukan tindakan Resusitasi Paru (nafas buatan) saja. 
  7. Jika korban belum menunjukkan tanda-tanda pulihnya kedua sistem, lakukan kembali Resusitasi Jantung Paru (RJP) selama 5 siklus, setelah itu cek kembali kondisi korban.
Posisi Tangan Penolong Harus Tegak Lurus
CATATAN : 
  1. Pada korban dewasa rasio perbandingan kompresi dan ventilasi adalah 30:2 (satu/dua penolong)
  2. Pada korban anak dan bayi rasio perbandinganya 30:2 (satu penolong)
  3. pada korban anak dan bayi rasio perbandinganya 15:2 (dua penolong)  

Untuk menentukan keberhasilan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) / Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) maupun pemulihan sistem pada korban diantaranya:

  • Saat melakukan pijatan jantung luar suruh seseorang menilai nadi karotis, bila ada denyut maka berarti tekanan kita cukup baik.
  • Gerakan dada terlihat naik turun dengan baik pada saat memberikan bantuan pernafasan.
  • Reaksi pupil / manik mata mungkin akan kembali normal.
  • Warna kulit korban akan berangsur-angsur membaik.
  • Korban mungkin akan menunjukkan refleks menelan dan bergerak.
  • Nadi akan berdenyut kembali.

Resusitasi Jantung Paru (RJP) dapat dihentikan apabila:
  1. Korban pulih kembali.
  2. Penolong kelelahan.
  3. Diambil alih oleh tenaga yang sama atau yang lebih terlatih dimungkinkan juga dengan peralatan yang lebih canggih (seperti kejutan listrik).
  4. Jika ada tanda pasti mati.

Sumber : AHA (American Heart Assosciation)
 
CAHAYA AMBULANCE SERVICE
MEDICAL EVACUATION
JL. Pinang Ranti Pintu II Taman Mini Indonesia Indah
Head Office / Emergency Call  :   (021) 26 44 33 00 
Phone                                         :  081387721612 / 085770346558
e-mail                                        :  scahayaambulance@yahoo.co.id